Banner Promote

Photobucket

Photobucket

Senin, 31 Januari 2011

Sejarah Photoshop

Photoshop - Setiap waktu di dunia ini selalu terjadi perubahan, dan sebaiknya setiap perubahan itu membawa kebaikan dan manfaat yang berguna bagi semua makhluk yang menginjakkan kakinya di bumi. Begitu penuturan ayahku yang selalu terekam lengkap di telingaku. Aku terkesiap dari tempat dudukku karena kakiku menyentuh lubang USB yang mengandung listrik. Mataku menangkap tulisan ‘Sejarah Lahirnya Photoshop‘ pada search engine yang ada di komputerku, kutekan gambar kaca pembesar lalu muncul lingkaran-lingkaran kecil beputar sesuai porosnya menandakan halaman sedang dimuat. Kusapu seluruh halaman web dengan pandangan ingin menangkap kalimat yang penurutku tepat. “Dapat!” kataku dalam hati. Kubaca seluruh halaman yang berisi tulisan sebagai berikut:
glennknoll-pic2
Kejadiannya berawal sekitar bulan February 1980-an, keluarga Knoll, basement, kamar gelap dan personal computer menjadi bagian-bagian cerita lahirnya Photoshop.
Di Ann Arbor, Michigan (USA) Glen Knoll adalah seorang professor yang menyukai fotografi dan pemerhati teknologi yang tertarik pada teknologi personal komputer. Untuk menyalurkan hobinya ini Glen membuat kamar gelap di basemen rumahnya.
Minat Glen ini di kemudian hari diturunkan kedua anaknya Thomas Knoll dan Jhon Knoll, pencipta Photoshop. Dalam sebuah interview Thomas bercerita bahwa fotografi adalah hobinya, bagaimana ia belajar membuat kontras sebuah gambar baik hitam putih dan berwarna. Sedangkan john lebih suka mengotak-atik pc ayahnya Apple II Plus dengan RAM 64KBThomas-Knoll
Selain hobi terhadap image processing manual di kamar gelapnya, Thomas juga menaruh minat terhadap komputer dan programing. Tahun 1987 Thomas membeli Apple Macintosh untuk membantunya mengerjakan karya Ph.D yang bertitel “processing of digital images,” yang ternyata Mac-nya pada saat itu mengecewakannya karena tidak bisa membantunya pada beberapa hal. Akhirnya Thomas melakukan sesuatu untuk menutupi kekurangan Mac tersebut. Thomas akhirnya membuat sendiri script programing untuk menghasilkan image yang diinginkannya sehingga ujung-ujungya menjadi sebuah software tersendiri.
Saudaranya, Jhon Knoll, yang saat itu juga bekerja pada bidang image processing di Industrial Light Magic (ILM), studio pembuat spesial efek Star Wars, kagum dengan software yang dibuat saudaranya. Menurutnya software tersebut mirip dengan software yang ada di ILM. Dan dari situ mereka memutuskan untuk sama-sama mengembangkan cikal bakal Photoshop yang oleh Thomas pertama kali diberi nama “Display.”
Selanjutnya software tersebut mulai dikembangkan agar bisa bekerja dengan warna, koreksi gamma, loading dan saving ke berbagai file format. Kesibukan Thomas membuat “Display” sebenarnya mengganggu Thesis Ph.D yang sedang dikerjakannya. Tapi Thomas malah mengembangkan apa yang kita kenal sekarang dengan fungsi seleksi, Plug In, Level, Color Balance, Hue/Saturation.6838_11538468731
Tahun 1988 nama “Display” berubah menjadi “ImagePro” dan pada saat ini Thomas dan Jhon mulai memikirkan untuk menjual software ini secara komersil.
Mulailah mereka mencari investor. Photoshop pertama kali dipaketkan dengan produk scanner, Barneyscan. Tapi ini tidak berlangsung lama, Thomas kemudian bertemu dengan Russell Brown seorang Art Director di Adobe yang tertarik dengan software yang dibuat Thomas yang selanjutnya membujuk perusahaannya untuk membeli software tersebut, dan akhirnya memang dibeli oleh Adobe.
Setelah dicapai kesepakatan bukan berarti Thomas bebas tugas, tapi ia harus lebih bekerja keras untuk mempersiapkan software-nya, sampai akhirnya Photoshop versi 1.0 diluncurkan ke pasar pada bulan February 1990. Rilis ini terbilang sukses walaupun masih sedikit ada bug. Positioning Photoshop adalah mencoba menawarkan software yang simpel dan mudah untuk semua orang daripada kebanyakan software grafis pada saat itu yang ditujukan untuk para spesialis. Dengan Photoshop dimungkinkan sekali untuk melakukan “wow” pada sebuah karya image, padahal sebelumnya hal tersebut biasanya dilakukan oleh alat-alat yang lebih canggih dan lebih mahal.
Pada pengembangan versi 2.0 Adobe mulai merekrut coding staff, Mark Hamburg yang menambahkan fungsi B├ęzier paths, Pen tool, Duotones, import dan rasterisasi file Illustrator, dan support untuk warna CMYK. Brian Lamkin, berjasa membawa Photoshop ke platform PC dimana sebelumnya hanya untuk Mac. Di versi 3, Photoshop mulai ditambahkan dengan fungsi layer. Versi 5 memperkenalkan colour management dan palette History, dengan kemampuan ‘nonlinear history’. Versi5.5, Photoshop menyertakan ImageReady, memberikan kemampuan project Web pada Photoshop. Layer styles dimunculkan di versi 6, dan “the magic” Healing brush di version 7. Photoshop CS menambahkan fungsi Photomerge, Shadow/Highlight etc..
Sumber dan dengan sedikit perubahan: kaskus

Fungsi Photoshop

48px-photoshop_cs4
Adobe Photoshop, atau biasa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar, dan, bersama Adobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems. Versi kedelapan aplikasi ini disebut dengan nama Photoshop CS (Creative Suite), versi sembilan disebut Photoshop CS2, versi sepuluh disebut Adobe Photoshop CS3 , dan yang terakhir ini adalah Adobe Photoshop CS4.
Photoshop tersedia untuk Microsoft Windows, Mac OS X, dan Mac OS; versi 9 ke atas juga dapat digunakan oleh sistem operasi lain seperti Linux dengan bantuan perangkat lunak tertentu seperti CrossOver.
Sumber: Wikipedia

tutorial photoshop 1 (Membuat Brush Bubble)

tutorial membuat brush bubble nya Kita buat dokumen yang agak gede biar brush na nanti rada bagus gambarnya :)

warnai dokumen baru dengan warna hitam dengan brush tool

Buat layer baru.. klik Layer > new > layer
buat lingkaran dengan elliptical Marquee tool , drag sambil klik tombol SHIFT biar lingkaran nya bener-bener bulet..

Klik Edit > Stroke .. beri warna abu-abu agak gelap atau

Klik Select > Save Selection
untuk menyimpan lingkaran tadi biar nanti bisa di load dengan besar dan tempat yang sama..

Klik Channel palette.. sebelahnya layer palette..  terus klik Alpha 1

Ini seleksi kita yang sudah di simpen.. jadi nanti gak usah ribet-ribet lagi buat lingkaran dengan besar dan di tempat yang sama.
Sekarang klik RGB channel

klik lagi Layer palette
Tekan CTRL + D untuk menghilangkan seleksi
Klik Filter > blur > Gaussian blur

Sekarang buat layer baru di atas layer 1..
Klik layer > new >  layer
kita buka seleksi yang tadi kita simpan..
Klik select > load selection
Pilih channel Alpha 1

Klik Edit > Stroke ini untuk membuat lingkaran tipis.. beri warna abu-abu terang .. lebih terang dari yang pertama…

turunin opacity nya menjadi sekitar 20% .. biar lebih soft keliatannya :D

Klik layer 1 ..
Klik Edit > Free Transform
Perkecil lingkaran dengan Blur sehingga tepi nya sama dengan lingkaran tipis.. sambil tekan ALT +SHIFT .. klik + drag pojok kotak seleksi ke tengah..
Jangan lupa waktu perkecil lingkaran sambil tekan tombol ALT + SHIFT bersamaan biar si lingkaran besar tidak mencang menceng.. halah.. bahasa apalagi tuh :p

sekarang buat layer baru lagi di atas layer 2..
Klik layer > new > layer
Klik brush tool .. buat lingkaran yang agak besar.. dengan settingan soft round di Brush setting .. atau klik kanan aja di layar .. nanti muncul ukuran brush nya..setting opacity brush nya sekitar 50%
buat 2 brush seperti di gambar yah.. kalo gak nurut gak akan jadi !! hehehehe..

udah blum ?
yang udah sabar yah.. itu yang duduknya di pojok blom katanya..  :D
udah semua yah..
sekarang klik Select > Load selection .. untuk menampilkan seleksi lingkaran lagi..jangan lupa pilih channel alpha 1

Klik Filter > distort > PINCH
ini untuk membuat lingkaran tadi jadi agak melengkung dikit..

Buat layer baru lagi.. Klik layer > new > layer
gambar 2 garis tebal dengan brush tool..
settingan brush nya liat gambar yah..

buat layer baru lagiiiii… hehehe..
klik layer > new > layer
karena masih ada seleksi lingkaran.. langsung aja Klik Edit > Stroke

jadinya kayak gini nih..

Hapus sebagian lingkaran dengan eraser tool..  jadinya seperti gambar dibawah

turunkan Nurdin Halid Opacity menjadi 35%

Sekarang buat kotak dengan menggunakan rectangle marquee tool..

Klik Edit > copy merged
Klik Edit Paste
Nanti secara otomatis terbentuk layer baru dengan gambar desain bubble yang sudah di beri seleksi kotak tadi dengan kondisi semua layer tergabung (merged)

Matiin semua layer.. kecuali layer yang baru terbentuk..

ini saat-saat menegangkan.. mengkonversi gambar menjadi brush !!
Intinya brush harus memiliki background Putih..
Supaya warna background jadi putih kita invert..
Klik Image > adjustment > invert

Klik Edit > Define Brush
beri nama Brush hasil karya temen-temen.. jangan sampe di Klaim sama Malaysia hehehe..